Langsung ke konten utama
NAMA     : GANJAR FITRIANA

KELAS    : MJ203B

NIM         : 17010052




ANALISIS SWOT MANAJER KEUANGAN 


Tugas dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan berinvestasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Kegiatan penting lainnya yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek yaitu:
  1. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya yang bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
  2. Manajer kuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, dan berbagai hal yang berkaitan dengannya.
  3. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
  4. Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, dimana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
Prospek Pengembangan Karir
Keberhasilan seseorang dalam suatu pekerjaan bukanlah sesuatu yang diperoleh secara tiba-tiba atau secara kebetulan, namun merupakan suatu proses panjang dari tahapan perkembangan karier yang dilalui sepanjang hayatnya, mulai dari usaha memperoleh kesadaran karier, eksplorasi karier, persiapan karier hingga sampai pada penempatan kariernya.
Tylor & Walsh (1979) menyebutkan bahwa kematangan karier individu diperoleh manakala ada kesesuaian antara perilaku karier dengan perilaku yang diharapkan pada umur tertentu. Adapun yang dimaksud dengan perilaku karier yaitu segenap perilaku yang ditampilkan individu dalam usaha menyiapkan masa depan untuk memperoleh kematangan kariernya.
Seorang manajer yang efektif adalah seorang manajer yang mampu membuat suatu pekerjaan terselesaikan dan menjaga tingkat kepuasan yang tinggi di tempat kerja. Yang dimaksud dengan Efisiensi adalah menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, biaya, atau pemborosan yang minimum. Jadi efisiensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar. Sedangkan Efektivitas adalah penyelesaian tugas-tugas yang membantu pencapaian sasaran organisasi atau dapat juga dikatakan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau melakukan pekerjaan yang benar. Akan tetapi efisiensi saja tidaklah cukup untuk memastikan keberhasilan suatu perusahaan. Oleh karena itu, selain peduli dengan efisiensi, para manajer juga harus berusaha untuk mencapai hasil yang efektif.
Salah satu strategi yang harus diimplementasikan oleh pihak perusahaan adalah membuat perencanaan dan pengembangan karir bagi manajer selama mereka bekerja di perusahaan. Untuk sebagian besar manajer, kepastian karir merupakan hal yang sangat penting karena mereka akan tahu posisi tertinggi yang akan mereka capai. Dengan demikian mereka akan termotivasi untuk menunjukkan kinerja terbaiknya dan berusaha terus meningkatkan kemampuannya serta loyal terhadap perusahaan.

Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah instrument perencanaaan strategis yang klasik. Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan kesempatan ekternal dan ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka.Manajer adalah orang yang melaksanakan fungsi kerja sama dengan orang-orang, sementara pemimpin menghubungkan antara yang memimpin dengan bawahan sehingga membuat organisasi berkembang dan bersinergi (Michael, Macooby. 2009).
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah. Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
  1. Strengths (kekuatan)
Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
          Adapun kondisi kekuatan yang ada pada manajer keuangan itu sendiri adalah:
  • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang matang.
  • Keuangan pihak owner.
  • Prioritas pada operasional perusahaan.
  • Penggunaan keuangan yang sistematis.
  • Proses laporan keuangan teratur.
  • Alur pengawasan jelas.
  • Usaha yang baik untuk mendapatkan income.
  1. Weakness (kelemahan)
Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
          Adapun kondisi kelemahan yang ada pada manajer keuangan itu sendiri adalah:
  • Kemungkinan rencana dengan kondisi real sangat tipis.
  • Pencairan dana terlambat.
  • Belum seimbang.
  •  Ketika terjadi pengelembungan yang sulit diidentifikasi.
  • Tidak selarasnya antara tahun anggaran dengan tahun produksi.
  • Ketika ada yang mencoba memanipulasi data.
  • Dikala income tidak sesuai dari yang direncanakan.
  1. Opportunities (peluang)
Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
           Adapun kondisi sebagai peluang bagi manajer keuangan itu sendiri adalah:
  • Kebijakan yang penuh oleh manajer, mengurangi ketidakseimbangan yang mungkin akan terjadi.
  • Sumber keuangan hibah.
  • Manajemen yang dilakukan oleh manajer yang baik.
  • Dikala ada pengganti yang mampu mengurangi pengeluaran.
  • Mendapatkan income dari laba.
  • Pengawasan langsung lapangan dan laporan.
  • Income yang tidak terduga dari supplier.
  • Mengambil kebijakan sesuai dengan realita yang ada.
  1. Threats (ancaman)
Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
        Adapun ancaman yang mengharuskan manajer keuangan bertindak cepat dan tepat dalam mengerjakan tugasnya mencakup:
  • Ilmu dan kebijakan manajer yang berpikir lebih mencari sumber-sumber keuangan.
  • Kebijakan yang benar dan tepat ketika munculnya alokasi dana tak terduga.
  • Globalisasi, membuat harga pasar yang tidak stabil.
  • Pembuatan laporan yang mesti lebih hati-hati supaya tidak terjadi fitnah.
  • Mampu menggunakan IT akuntansi dengan benar dan baik.
  • Usaha yang lebih intensif untuk mencari hibah keuangan.
  • Persentase yang kadang berubah, sehingga manajer harus tepat dalam hal kebijakan.

Masalah Pokok Manajer Keuangan
            Manajemen keuangan merupakan salah satu bidang manajemen fungsional dalam suatu perusahaan, yang mempelajari tentang penggunaan dana, memperoleh dana dan pembagian hasil operasi perusahaan. Adapun tugas pokok manajer keuangan antara lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan (Weston dan Copeland, 1992: 2). Masalah dalam keuangan yang biasa dihadapi adalah pendanaan, biaya (promosi dan pembelian), penjualan, keuntungan, piutang, dan investasi.
            Dalam memulai bisnis, berbagai ide biasanya muncul. Namun, ide-ide usaha itu terkadang terbentur dengan pendanaan. Oleh karena itu salah satu masalah pokok yang sulit dihadapi oleh manajer keuangan yaitu bagaimana mendapatkan pendanaan dengan memilih sumber permodalan yang tepat.
Pemecahan Masalah
Mendapatkan pendanaan dengan memilih sumber permodalan yang tepat dapat dilakukan dengan hutang dan ekuiti alias penyertaan modal. Untuk memilih antara ekuiti dan hutang adalah dengan memperoleh sumber dana yang tepat, misalnya dengan memilih sebuah Bank yang term of credit-nya mudah. Jika memilih ekuiti, maka pilihlah sumber dana (Bank) yang persyaratannya tidak memberatkan. Untuk itu diperlukan kreatifitas dan networking yang baik untuk memperoleh sumber dana yang tepat.
Penunjang keberhasilan manajemen keuangan dengan cara ini adalah persiapan yang matang. Proposal bisnis dan studi kelayakan harus dipersiapkan dengan prima. Sehingga investor maupun kreditor tertarik menyalurkan uangnya, dan manajer yakin akan prospek bisnisnya. Berikut macam-macam pendanaan yang bisa didapat bila sumber pendanaannnya ekuiti melalui Bank:
  1. Tabungan, ini merupakan tempat pertama yang dilihat ketika memulai bisnis. Bisa juga bukan dalam bentuk tunai, tetapi juga sesuatu yang bisa di uangkan menjadi modal bisnis seperti rumah dan kendaraan. Manajer harus yakin akan prospektif atau tidaknya bisnis.
  2. Investor perorangan. Pribadi yang memiliki uang diatas Rp. 1 milyar sebenarnya banyak. Personal seperti itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber modal.
  3. Perusahaan dengan kelebihan likuiditas. Memiliki jaringan dengan perusahaan luar negeri lebih baik, karena sistem bunga bank yang lebih rendah dibandingkan di Indonesia. Usahakan bisnis berskala besar sekaligus, sehingga pihak lain tidak segan untuk menyalurkan dana dalam membantu manajemen keuangan.
  4. Perusahaan modal ventura. Misalnya, Permodalan Nasional Madani (PNM) yang membantu permodalan dan manajemen usaha kecil hingga menengah, dan melepaskannya ketika perusahaan berkembang besar.
  5. Go Public atau menjual saham ke bursa. Bisa mendapatkan permodalan yang lebih besar, dengan resiko kendala yang dihadapi, misalnya saham perusahaan menjadi milik orang lain.
Bila memilih sumber dana berupa hutang, berarti sanggup menanggung resiko. Namun, ekuitas pun memiliki kekurangan yaitu perusahaan harus siap berbagi baik hasil maupun operasional. Secara prinsip antara hutang dan ekuiti sama, yaitu manajer harus mampu mengelola dan memanajemen keuangan yang didapatkan.

Kesimpulan
            Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan berinvestasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Manajemen keuangan merupakan menajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi begaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.

Komentar